hai semua, pada pertemuan ke 4 ini ada banyak teori yang akan saya jelaskan yaitu tentang subjektivisme dan objektivisme, konfirmasi dan inferensi, logika dan critical thinking.
SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME
SUBYEKTIVISME
ciri-ciri pendekatan subyektivisme
- menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus misalnya sejarah, kepercayaan-kepercayaan lain dst
- pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri
- prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subjek
Sikap dasar skeptisisme adalah kita tidak pernah tahu tentang apa pun. Descartes seorang rasionalis.Baginya rasio atau pikiran adalah satu-satunya sumber dan jaminan kebenaran pengetahuan. Descartes meragukan pengalaman inderawi dalam menjamin kebenaran pengetahuan, termasuk pengetahuan ttg dunia luar kita.
- Realisme Epistemologis: berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan “apa yg lain” dari diri saya.
- Idealisme Epistemologis: berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide, yg merupakan suatu peristiwa subyektif murni.
OBYEKTIVISME
obyektivisme adalah suatu
pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia dari soal
yang sederhana sampai teori yang kompleks
mempunyai sifat dan ciri yang
melampaui (di luar) keyakinan dan kesadaran individu (pengamat). Obyektivisme merupakan pandangan bahwa obyek yang
kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Objektivisme ini beranggapan pada tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya. Objektivisme diartikan sebagai pandangan yang
menganggap bahwa segala sesuatu yang
difahami adalah tidak tergantung pada
orang yang memahami.
pendukung pandangan ini:
3 PANDANGAN DASAR OBJETIVISME
- kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subjektif
- kebenaran itu datang dari bukti faktual
- kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi
Pengetahuan dalam pengertian Objektivis:
- sepenuhnya independen dari klaim seseorang untuk mengetahuinya ;
- Pengetahuan itu terlepas dari keyakinan seseorang atau kecenderungan untuk menyetujuinya atau memakainya untuk bertindak.
- Pengetahuan dalam pengertian obyektivis adalah pengetahuan tanpa orang: ia adalah pengetahuan tanpa diketahui subjek.” (Karl R. Popper)
- Obyek khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera. Misalnya, warna, suara, bau.
- Obyek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilhat dan diraba atau oleh indera lainnya.
KONFIRMASI, INFERENSI & KONSTRUKSI TEORI
KONFIRMASI
konfirmasi adalah penegasan, memperkuat. Berhubungan dg filsafat ilmu, maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. Sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna ttg sesuatu. Ada 2 aspek konfirmasi: kuantitatif dan kualitatif.Untuk memastikan kebenaran, ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif. Misalnya membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yg akhirnya membuat suatu kesimpulan yg bersifat umum (generalisasi). Konfirmasi berupaya mencari hubungan yg normatif antara hipotesis (kesimpulan sementara) yg sudah diambil dengan fakta-fakta (evidensi).
3 JENIS KONFIRMASI
- decision theory: kepastian berdasarkan keputusan ‘apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual’?
- estimation theory: menetapkan kepastian dg memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. Mis. statistik.
- reliability theory: menetapkan kepastian dg mencermati stabilitas fakta/evidensi yg berubah-ubah terhadap hipotesis.
Kata inferensi artinya penyimpulan.Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan (conclusion). Dengan demikian, inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan)
JENIS INTERFERENSI
1.Inferensi Langsung ialah penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan). Premis yaitu data, bukti, atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan.Dengan demikian, kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan sesuai dengan premis-premis yang tersedia dan berhubungan secara logis dengan pernyataan tersebut. Konklusi yang ditarik tidaklah boleh lebih luas dari premisnya.
2. Inferensi Tidak Langsung adalah penarikan kesimpulan (konklusi) dengan menggunakan dua premis. Konklusi tidaklah lebih umum dari pada premis-premisnya.
Premis-premis merupakan proposisi-proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi.
Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens, sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut konsekuens.
Premis-premis merupakan proposisi-proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi.
Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens, sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut konsekuens.
HUKUM INTERFERENSI
1.Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
2.Kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
3.Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
4.Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.
KONSTRUKSI TEORI
Defenisi: teori=model/kerangka pikiran yg menjelaskan
fenomen alami/sosial tertentu.Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi
menurut metode alamiah. Dibangun dengan abstraksi generalisasi dan deduksi
probabilistik dan deduksi apriori (spekulatif).
3 MODEL KONSTRUKSI TEORI
•
Model korespondensi: kebenaran sesuatu
dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
•
Model koherensi: sesuatu dipandang benar
bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran obyektif –rasional universal dan
kebenaran moral/ nilai. Model
ini digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
•
Model paradigmatis: Konsep kebenaran
ditata menurut pola hubungan yang
beragam, menyederhanakan yang
kompleks.
ALIRAN DALAM KONSTRUKSI TEORI
Reduksionisme:
teori itu suatu pernyataan yg abstrak, tdk dpt diamati scr empiris, dan tdk dpt
diuji langsung.
Instrumentalisme: teori adalah instrumen bagi pernyataan
observasi agar terarah dan terkonstruksi.
Realisme:
teori dianggap benar bila real, scr substantif ada, bukan fiktif.






penjelasannya jelas + gambar bikin lebih menarik ^^ 85!
BalasHapus1.blognya keren
BalasHapus2.isinya enak buat di baca
3.gambarnya tokoh-tokohnya sangat membantu
89 deh buat liesye.. :D
keren terus ada gambarnya jadi ga bosen bacanya hahaha 90 :)
BalasHapus