Jumat, 03 Oktober 2014

PERTEMUAN 9 EKSISTENSIALISME

EKSISTENSIALISME MENURUT KIRKEGAARD

Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yg khas di tengah makhluk lainnya. Jiwa eksistensialisme ialah pandangan manusia sbg eksistensi.

Etimologis: ex= keluar, sistentia (sistere)=berdiri. Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sbg aku dengan keluar dr dirinya.

Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dg seolah2 keluar dr dirinya sendiri dan menyibukkan diri dg apa yg diluar dirinya.

Hanya manusialah bereksistensi. Eksistensi tdk bisa disamakan dg ‘berada’. Pohon, anjing berada, tapi tidak berseksistensi.

CIRI-CIRI EKSISTENSIALISME

· Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.

· Bereksistensi hrs diartikan scr dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri scr aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.

· Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pd dunia sekitarnya, khususnya pd sesamanya.

· Memberi penekanan pd pengalaman konkrit.

TIGA CARA BEREKSISTENSI

· Sikap estetis: Merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yg dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yg amat bebas. Manusia hrs memilih hidup terus dg kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas.

· Sikap etis: Sikap menerima kaidah2 moral, suara hati dan memberi arah pd hidupnya. Ciri khasnya menerima ikatan perkawinan. Manusia sdh mengakui kelemahannya, tp belum melihat cara mengatasinya. Bila ia mengakui butuh pertolongan dr atas, maka ia loncat ke sikap hidup religius.

· Sikap religius: Berhadapan dg Tuhan, manusia sendirian. Krn manusia religius percaya pada Allah, maka Allah memperlihatkan diriNya pada manusia. Percaya model A ialah Allah hadir dimana-mana. Yang sukar adalah percaya model B: percaya bhw Allah menerima wajah manusiawi dlm Yesus agar bs berjumpa dg Dia. Kita percaya model B, bila kita percaya bhw kita yg lahir dlm waktu bisa menjadi abadi. Kita bs menjadi spt yang kita percayai.



EKSISTENSIALISME MENURUT JEAN PAUL SARTRE

PEMIKIRAN FILSAFAT SARTRE

Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sbg dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dg keberadaan benda lain yg tdk punya kesadaran. Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dg benda lain yg keberadaannya sekaligus berarti esensinya. Bagi manusia eksistensi mendahului esensi. Asas pertama utk memahami manusia hrs mendekatinya sbg subjektivitas. Apapun makna yg diberikan pd eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggungjawab

“ tanggung jawab menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita sendiri.” Sartre

APAKAH YANG MENGURANGI KEBEBASAN MANUSIA?

Beberapa kenyataan (kefaktaan) yg mengurangi penghanyatan kebebasan:

1) Tempat kita berada: situasi yg memberi struktur pd kita, tp juga kita beri struktur.

2) Masa lalu: tdk mungkin meniadakannya krn masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini.

3) Lingkungan sekitar (Umwelt):

4) Kenyataan adanya sesama manusia dg eksistensinya sendiri.

5) Maut: tdk bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti akan tiba.

Walaupun kefaktaan ini melekat dlm eksistensi manusia, tapi kebebasan eksistensial tdk bisa dikurangi/ditiadakan.

KETUBUHAN MANUSIA

Dalam eksistensi manusia, kehadiran selalu menjelama sbg wujud yg bertubuh. Tubuh mengukuhkan kehadiran manusia.Tubuh sbg pusat orientasi tdk bisa dipandang sbg alat sematamata,tp mengukuhkan kehadiran kita sbg eksistensi.

KOMUNIKASI DAN CINTA

· Komunikasi = suatu hal yg apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, krn setiap kali org menemui org lain pd akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yg seorg seolah2 membekukan org lain. Terjadi saling pembekuan shg masing2 jadi objek.

· Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa krn objektifikasi yg tak terhindarkan.






0 komentar:

Posting Komentar