Jumat, 26 September 2014

DIALOG BADAN DAN JIWA

Disuatu siang yang panas,jiwa dan badan sedang duduk bersama menikmati cerahnya hari.
Jiwa dan badan berbicara dengan riang sambil tertawa.
(J) = Jiwa, (B) = Badan.
J = Hey badan, kamu pernah berpikir tidak apa jadi nya kalau kita terpisah? Apakah kita akan tetap bersama?
B = Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Selama waktu berjalan kita akan tetap bersama ya ji.
J = Persahabatan kita sudah lama ba,kamu dan aku itu tak dapat terpisahkan. Aku akan selalu disini.
B = Kamu tanpa aku juga tidak berwujud, dan aku tanpa kamu tidak bernyawa.
J = Benar juga ya,nanti saat aku pergi tahan aku yaa.
B = Semampu aku akan selalu menahan dan melindungi mu dari maut.
J = so sweet, aku bahagia mempunyai sahabat seperti kamu.
Lalu mereka saling berjanji kembali untuk selalu saling melindungi dan menasehati.
Ke esokan pagi nya jiwa dan badan bercakap kembali.
B = Hay jiwa, kamu tau tidak? Hari seluruh otot-otot ku sakit.
J = Kenapa ? apa yang kamu lakukan ?
B = Hari ini aku berolahraga,aku berkeliling GBK senayan,disana aku berkenalan dengan Badan Amira. Badan Amira kecil dan pendek,tapi aku senang dengan badan amira karena argesif dan lincah.
J = wah seru ya,boleh kita nanti ketemu dan berbicara bersama. Aku ingin menambah teman baru juga nih.
B = Wah kalau kamu punya teman baru,jangan lupakan aku ya.
J = ya engga lah,kalau aku lupakan kamu berarti kita terpisah dong? Kita kan tidak dapat terpisahkan tauu badan. Hehehe
B = Oh ya kamu benar ya. Jiwa, aku ingin beristirahat dulu ya. Seluruh tenaga ku telah habis.
J = Selamat beristirahat. Setelah beberapa saat setelah badan beristirahat,jiwa dan badan pun bertemu dengan badan dan jiwa Amira. Mereka berempat pun menjadi sahabat sejat

2 komentar:

  1. persahabatan bagai kepompong... eh slh tu lagu ya :P 90 ya dr ak buat mu

    BalasHapus
  2. dialognya bagus hahaha keren, 90 ya :)

    BalasHapus