Disuatu siang yang panas,jiwa dan badan sedang duduk bersama menikmati cerahnya hari.
Jiwa dan badan berbicara dengan riang sambil tertawa.
(J) = Jiwa, (B) = Badan.
J = Hey badan, kamu pernah berpikir tidak apa jadi nya kalau kita terpisah? Apakah kita akan tetap bersama?
B = Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Selama waktu berjalan kita akan tetap bersama ya ji.
J = Persahabatan kita sudah lama ba,kamu dan aku itu tak dapat terpisahkan. Aku akan selalu disini.
B = Kamu tanpa aku juga tidak berwujud, dan aku tanpa kamu tidak bernyawa.
J = Benar juga ya,nanti saat aku pergi tahan aku yaa.
B = Semampu aku akan selalu menahan dan melindungi mu dari maut.
J = so sweet, aku bahagia mempunyai sahabat seperti kamu.
Lalu mereka saling berjanji kembali untuk selalu saling melindungi dan menasehati.
Ke esokan pagi nya jiwa dan badan bercakap kembali.
B = Hay jiwa, kamu tau tidak? Hari seluruh otot-otot ku sakit.
J = Kenapa ? apa yang kamu lakukan ?
B = Hari ini aku berolahraga,aku berkeliling GBK senayan,disana aku berkenalan dengan Badan Amira. Badan Amira kecil dan pendek,tapi aku senang dengan badan amira karena argesif dan lincah.
J = wah seru ya,boleh kita nanti ketemu dan berbicara bersama. Aku ingin menambah teman baru juga nih.
B = Wah kalau kamu punya teman baru,jangan lupakan aku ya.
J = ya engga lah,kalau aku lupakan kamu berarti kita terpisah dong? Kita kan tidak dapat terpisahkan tauu badan. Hehehe
B = Oh ya kamu benar ya. Jiwa, aku ingin beristirahat dulu ya. Seluruh tenaga ku telah habis.
J = Selamat beristirahat. Setelah beberapa saat setelah badan beristirahat,jiwa dan badan pun bertemu dengan badan dan jiwa Amira. Mereka berempat pun menjadi sahabat sejat
Jumat, 26 September 2014
DIALOG BADAN DAN JIWA
19.34
2 comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






persahabatan bagai kepompong... eh slh tu lagu ya :P 90 ya dr ak buat mu
BalasHapusdialognya bagus hahaha keren, 90 ya :)
BalasHapus