FILSAFAT MANUSIA
fIlsafat manusia adalah Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia. Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia. Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
ISTILAH TERKAIT FILSAFAT MANUSIA
Dulu: Psikologi filosofis dan Psikologi rasional
Sekarang: Filsafat manusia dan Antropologi filofis
METODE FILSAFAT MANUSIA
Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya. Yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa. Juga: ekstensif, intensif dan kritis
OBJEK FILSAFAT MANUSIA
¡ Objek material: manusia
¡ Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental
¡ Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.
KATA MAX SCHELER DAN HEIDEGGER
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya
Kata A. Heschel tentang filsafat manusia dalam “Who is man?” Stanford University Press, 1965
“filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu”
JIWA DAN BADAN
Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
MONISME
aliran yg menolak pandangan bhw badan dan jiwa merupakan dua unsur yg terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.
Tiga bentuk aliran ini:
· Materialisme = menempatkan materi sbg dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pd materi. Manusia tdk pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tdk punya eksistensi sendiri. Jiwa bersumber dr materi. Eksistensi jiwa bersifat kronologis (hasil hub sebab akibat). Reduksi humanitas pd dimensi fisik punya implikasi negatif pd penilaian atas aktivitas mental.
· Teori identitas = menekankan hal berbeda dr materialisme, tp mengakui aktivitas mental manusia. Ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pd arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yg sama.
· Idealisme = ada hal yg tdk dpt diterangkan semata berdasarkan materi, spt pengalaman, nilai dan makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dg sesuatu yg imaterial yaitu jiwa. Rene Descartes dg cogito ergo sumnya menjadi peletak dasar dr idealisme.
DUALISME
badan dan jiwa adalah dua elemen yg berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dlm pengertian dan objek.
Empat cabang:
· Interaksionisme =fokus pd hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bs menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya.
· Okkasionalisme = memasukkan dimensi ilahi dlm membicarakan hub badan dan jiwa. Hub peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi.
· Paralelisme = sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pd jiwa manusia. Dlm diri manusia ada dua peristiwa yg berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan fisik, namun satu tdk jd sumber bagi lainnya.
· Epifenomenalisme = melihat hub jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu2nya unsur utk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.
Pandangan monisme bertentangan dg hakekat manusia sesungguhnya. Plato berkata, badan dan jiwa punya sifat yg berbeda. Badan sementara, jiwa abadi. Kelemahan materialisme= tdk bisa melihat bhw pengalaman bersifat personal. Pandangan dualisme, khususnya paralelisme yg mengatakan badan jiwa dua hal yg terpisah, tdk terkait, sulit diterima. Perbuatan baik muncul dr niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.
BADAN MANUSIA
badan=kumpulan berbagai entitas material yg membentuk makluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Pandangan ini tdk memberikan pandangan utuh ttg manusia. Badan hrs dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel).
JIWA MANUSIA
Badan manusia tdk memiliki apa-apa tanpa jiwa. Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari jiwa. Dlm pandangan tradisional jiwa – makluk halus, tdk bs ditangkap indera. Konsep ini menempatkan jiwa di luar hakekat manusia. Ini ditolak. Jiwa harus dipahami sbg kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.
James P Pratt menunjuk ada empat kemampuan dasar jiwa manusia.
1. menghasilkan kualitas penginderaan.
2. Mampu menghasilkan makna yg berasal dr pengeinderaan khusus
3. mampu memberi tanggapan thdp hasil penginderaan.
4. memberi tanggapan pd proses yg terjadi dlm pikiran demi kebaikan.
Agustinus: manusia hanya bs melakukan penilaian thdp tindakannya krn dorongan dr jiwa. Jiwa mendorong manusia utk melakukan hukum-hukum moral yg diketahui. Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dlm diri seseorg. Kemampuan jiwa menunjukkan bhw kegiatan manusia bukan mekanistik.