Minggu, 05 Oktober 2014

Fieldtrip

Pada hari kamis 2 oktober 2014 saya pergi ke kampung betawi 
Disana kami belajar tentang budaya betawi dan mencoba makanan khas betawi sepeti es potong dan kerak telor 
Ini adalah fto kelompok kami saat di kampung betawi 


Jumat, 03 Oktober 2014

PERTEMUAN 9 EKSISTENSIALISME

EKSISTENSIALISME MENURUT KIRKEGAARD

Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yg khas di tengah makhluk lainnya. Jiwa eksistensialisme ialah pandangan manusia sbg eksistensi.

Etimologis: ex= keluar, sistentia (sistere)=berdiri. Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sbg aku dengan keluar dr dirinya.

Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dg seolah2 keluar dr dirinya sendiri dan menyibukkan diri dg apa yg diluar dirinya.

Hanya manusialah bereksistensi. Eksistensi tdk bisa disamakan dg ‘berada’. Pohon, anjing berada, tapi tidak berseksistensi.

CIRI-CIRI EKSISTENSIALISME

· Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.

· Bereksistensi hrs diartikan scr dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri scr aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.

· Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pd dunia sekitarnya, khususnya pd sesamanya.

· Memberi penekanan pd pengalaman konkrit.

TIGA CARA BEREKSISTENSI

· Sikap estetis: Merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yg dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yg amat bebas. Manusia hrs memilih hidup terus dg kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas.

· Sikap etis: Sikap menerima kaidah2 moral, suara hati dan memberi arah pd hidupnya. Ciri khasnya menerima ikatan perkawinan. Manusia sdh mengakui kelemahannya, tp belum melihat cara mengatasinya. Bila ia mengakui butuh pertolongan dr atas, maka ia loncat ke sikap hidup religius.

· Sikap religius: Berhadapan dg Tuhan, manusia sendirian. Krn manusia religius percaya pada Allah, maka Allah memperlihatkan diriNya pada manusia. Percaya model A ialah Allah hadir dimana-mana. Yang sukar adalah percaya model B: percaya bhw Allah menerima wajah manusiawi dlm Yesus agar bs berjumpa dg Dia. Kita percaya model B, bila kita percaya bhw kita yg lahir dlm waktu bisa menjadi abadi. Kita bs menjadi spt yang kita percayai.



EKSISTENSIALISME MENURUT JEAN PAUL SARTRE

PEMIKIRAN FILSAFAT SARTRE

Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sbg dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dg keberadaan benda lain yg tdk punya kesadaran. Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dg benda lain yg keberadaannya sekaligus berarti esensinya. Bagi manusia eksistensi mendahului esensi. Asas pertama utk memahami manusia hrs mendekatinya sbg subjektivitas. Apapun makna yg diberikan pd eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggungjawab

“ tanggung jawab menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita sendiri.” Sartre

APAKAH YANG MENGURANGI KEBEBASAN MANUSIA?

Beberapa kenyataan (kefaktaan) yg mengurangi penghanyatan kebebasan:

1) Tempat kita berada: situasi yg memberi struktur pd kita, tp juga kita beri struktur.

2) Masa lalu: tdk mungkin meniadakannya krn masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini.

3) Lingkungan sekitar (Umwelt):

4) Kenyataan adanya sesama manusia dg eksistensinya sendiri.

5) Maut: tdk bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti akan tiba.

Walaupun kefaktaan ini melekat dlm eksistensi manusia, tapi kebebasan eksistensial tdk bisa dikurangi/ditiadakan.

KETUBUHAN MANUSIA

Dalam eksistensi manusia, kehadiran selalu menjelama sbg wujud yg bertubuh. Tubuh mengukuhkan kehadiran manusia.Tubuh sbg pusat orientasi tdk bisa dipandang sbg alat sematamata,tp mengukuhkan kehadiran kita sbg eksistensi.

KOMUNIKASI DAN CINTA

· Komunikasi = suatu hal yg apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, krn setiap kali org menemui org lain pd akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yg seorg seolah2 membekukan org lain. Terjadi saling pembekuan shg masing2 jadi objek.

· Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa krn objektifikasi yg tak terhindarkan.






PENGETAHUAN DAN INTELEGENSI MANUSIA

PENGETAHUAN DAN INTELEGENSI MANUSIA

Pengetahuan adalah perseptif ketika muncul secara spontan,untuk kita menyesuaikan diri kita secara langsung dengan situasi yang disajikan dan menyatakan diri nya lebih melalui gerakan tangan,tingkah laku,gerak-gerakan,sifat-sifat,tindakan,dan jerit teriakan daripada dengan perkataan yang dipikirkan keterangan yang jelas.

Pengetahuan reflektif adalah ketika dia membuat obyek kodrat dari manusia realitas apapun juga dan mengungkapkan nya dalam bentuk ide,konsep,definisi dan putusan maupun bentuk lambang,mitos atau karya seni.

Pengetahuan diskurtif adalah ketika dia memperhatikan suatu obyek dar benda kemudian suatu aspek yang lain ketika dia pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian dan dari bagian-bagian.

Pengetahuan adalah induitif ketika ia merangkap dan memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspek,keseluruhan dalam suatu bagian,konsekwensi atau prinsip dan lain-lain.

Pengetahuan adalah induktif ketika ia menarik yang universal dari yang individual,sedangkan deduktif ketika ia menarik dari yang umum ke universal

ARTI PENGETAHUAN

Pengetahuan adalah :

· Suatu kegiatan yang mempengaruhi subjek dalam dirinya.

· Sesuatu kentetuan yang memperkaya eksistensi subjek.

· Suatu kesempurnaan yang mengembangkan eksistensi.

PENGETAHUAN DARI SEGI SUBJEK

Yang menyebabkan sesuatu menjadi diketahui adalah bentuk esidosnya atau morphe(Yunani),species(Ltn) yang berarti aspek dari satu benda dan apa yang dibentuk oleh benda dan apa yang ada pada benda itu memiliki kekhasan. Bentuk dari satu benda itu menunjukan kepada kita orientasi,tujuan dan arti benda itu. Benda suatu benda adalah bukan hanya apa yang memberi kodrat,tetapi juga memberikan kegiatan dan tujuan tertentu kepadanya.

BUKAN INTELEGENSI MANUSIA

Pengetahuan manusia adalah sekaligus indrawi dan intelektif.Pengetahuan indrawi dan pengetahuan intelektif bersifat sinergis,berkat indrawi pengetahuan manusia menyerupai pengetahuan hewan dan berkat keduanya(indrawi dan intelektif)

Sifat khas dari pancaindra adalah mencapai langsung kualitas ini atau itu dari obyek konkret yang sedang ditunjukan kepadanya,sedangkan sifat dari intelegensi menangkap kodrat obyek dan tetap menyimpannya dari dalam dirinya sehingga dapat dipertimbangkan baik dirinya obyek masih ada atau tidak.

SIFAT DAN OBJEK INTELEGENSI MANUSIA

Intelegensi manusia dewasa terletak pada obyeknya, orang dapat melihathak-hak yang dalam pada dirinya sendiri. Intelligere berasal kata “intus” berarti dalam. Legere berarti membaca dan menangkap. Intellegere arti nya “membaca” dimensi dalam segala hal dan menangkap artinya yang dalam.

PRINSIP PENEGASAN,PENILAIAN, SIMPULAN DAN PENALARAN

· Prinsip Identitas

· Prinsip alasan yang mencukupi

· Prinsip kausilitas efisien

· Prinsip-prinsip bersifat efiden,karena tidak dapat disangka tanpa dipergunakan sebagai alasan sangkalannya.






Jumat, 26 September 2014

PERTEMUAN 8

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA

Afektivitaslah yg membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dg org lain. Afektifitaslah yg mendorong org utk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Afektivitas termasuk kegiatan yg kompleks. Seluruh kehidupan afektif berputar pd dua kutub yg bertentangan satu sama lain: mengarah pd obyek krn menyukainya, atau berpaling drnya krn menganggapnya buruk. Cinta = buah afektivitas positif, benci= buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yg paling dasariah.

BUKAN PERBUATAN AFEKTIF

Cinta membuktikan diri dlm perbuatan2. Cinta mendahului perbuatan. Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa: Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yg spiritual.

PERBUATAN AFEKSI

Hidup afektif atau afektivitas=seluruh perbuatan afektif yg dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.Perbuatan afektif sedikit mirip dg ‘perbuatan mengenal’ krn dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dg ‘perbuatan mengenal’ krn perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pd obyek.

KONDISI AFEKTIVITAS MANUSIA

Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya. Apakah kesenangan harus dicurigai? Saya hidup dibawah ‘cara afektif’ kesenangan, bila sy sungguh bersatu dlm perasaan dan pikiran dengan apa yg baik bagi saya. Kesenangan=perasaan yg dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.

KEBEBASAN

JIWA DAN KEBEBASAN

Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme

DETERMINISME

determinisme: aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.

Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik

· Determinisme fisik-biologis

· Determinisme psikologis

· Determinisme sosial

· Determinisme teologis

Kelemahan determinisme:

· Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia (paradoks tidak meniadakan kebebasan juga keharusan, bukan?)

· Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya

· Menafikan adanya tanggung jawab (tak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan, bukan?)

ARTI KEBEBASAN

Pengertian umum/Kebebasan negatif/tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial

Pengertian khusus/kebebasan eksistensial

· Penyempurnaan diri (ingat filsafat proses Whitehead?)

· Kesanggupan memilih dan memutuskan

· Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan/hak-hak dasar seperti ditegaskan Franz Magnis-Suseno)

JENIS JENIS KEBEBASAN

1. Kebebasan horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai
2. Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain, kebebasan
3. Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial

· Melibatkan pertimbangan

· Mengedepankan nilai kebaikan

· Menghidupkan otonomi

· Menyertakan tanggung jawab

KEBEBASAN SOSIAL

Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif

4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:

· Menyertakan pengertian

· Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial

· Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat

· Terkait dengan hakikat manusia sebagai mahkhluk sosial

SEJARAH PERKEMBANGAN MASALAH KEBEBASAN

1. Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik

2. Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik

3. Era kontemporer (pascamodern?), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial

4. Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri

DIALOG BADAN DAN JIWA

Disuatu siang yang panas,jiwa dan badan sedang duduk bersama menikmati cerahnya hari.
Jiwa dan badan berbicara dengan riang sambil tertawa.
(J) = Jiwa, (B) = Badan.
J = Hey badan, kamu pernah berpikir tidak apa jadi nya kalau kita terpisah? Apakah kita akan tetap bersama?
B = Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Selama waktu berjalan kita akan tetap bersama ya ji.
J = Persahabatan kita sudah lama ba,kamu dan aku itu tak dapat terpisahkan. Aku akan selalu disini.
B = Kamu tanpa aku juga tidak berwujud, dan aku tanpa kamu tidak bernyawa.
J = Benar juga ya,nanti saat aku pergi tahan aku yaa.
B = Semampu aku akan selalu menahan dan melindungi mu dari maut.
J = so sweet, aku bahagia mempunyai sahabat seperti kamu.
Lalu mereka saling berjanji kembali untuk selalu saling melindungi dan menasehati.
Ke esokan pagi nya jiwa dan badan bercakap kembali.
B = Hay jiwa, kamu tau tidak? Hari seluruh otot-otot ku sakit.
J = Kenapa ? apa yang kamu lakukan ?
B = Hari ini aku berolahraga,aku berkeliling GBK senayan,disana aku berkenalan dengan Badan Amira. Badan Amira kecil dan pendek,tapi aku senang dengan badan amira karena argesif dan lincah.
J = wah seru ya,boleh kita nanti ketemu dan berbicara bersama. Aku ingin menambah teman baru juga nih.
B = Wah kalau kamu punya teman baru,jangan lupakan aku ya.
J = ya engga lah,kalau aku lupakan kamu berarti kita terpisah dong? Kita kan tidak dapat terpisahkan tauu badan. Hehehe
B = Oh ya kamu benar ya. Jiwa, aku ingin beristirahat dulu ya. Seluruh tenaga ku telah habis.
J = Selamat beristirahat. Setelah beberapa saat setelah badan beristirahat,jiwa dan badan pun bertemu dengan badan dan jiwa Amira. Mereka berempat pun menjadi sahabat sejat

PERTEMUAN 7


FILSAFAT MANUSIA

fIlsafat manusia adalah Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia. Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia. Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

ISTILAH TERKAIT FILSAFAT MANUSIA

Dulu: Psikologi filosofis dan Psikologi rasional

Sekarang: Filsafat manusia dan Antropologi filofis

METODE FILSAFAT MANUSIA

Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya. Yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa. Juga: ekstensif, intensif dan kritis

OBJEK FILSAFAT MANUSIA

¡ Objek material: manusia

¡ Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental

¡ Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.

KATA MAX SCHELER DAN HEIDEGGER


Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya



Kata A. Heschel tentang filsafat manusia dalam “Who is man?” Stanford University Press, 1965

“filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu”





JIWA DAN BADAN

Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.

MONISME

aliran yg menolak pandangan bhw badan dan jiwa merupakan dua unsur yg terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.

Tiga bentuk aliran ini:

· Materialisme = menempatkan materi sbg dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pd materi. Manusia tdk pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tdk punya eksistensi sendiri. Jiwa bersumber dr materi. Eksistensi jiwa bersifat kronologis (hasil hub sebab akibat). Reduksi humanitas pd dimensi fisik punya implikasi negatif pd penilaian atas aktivitas mental.

· Teori identitas = menekankan hal berbeda dr materialisme, tp mengakui aktivitas mental manusia. Ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pd arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yg sama.

· Idealisme = ada hal yg tdk dpt diterangkan semata berdasarkan materi, spt pengalaman, nilai dan makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dg sesuatu yg imaterial yaitu jiwa. Rene Descartes dg cogito ergo sumnya menjadi peletak dasar dr idealisme.



DUALISME

badan dan jiwa adalah dua elemen yg berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dlm pengertian dan objek.

Empat cabang:

· Interaksionisme =fokus pd hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bs menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya.

· Okkasionalisme = memasukkan dimensi ilahi dlm membicarakan hub badan dan jiwa. Hub peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi.

· Paralelisme = sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pd jiwa manusia. Dlm diri manusia ada dua peristiwa yg berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan fisik, namun satu tdk jd sumber bagi lainnya.

· Epifenomenalisme = melihat hub jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu2nya unsur utk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.

Pandangan monisme bertentangan dg hakekat manusia sesungguhnya. Plato berkata, badan dan jiwa punya sifat yg berbeda. Badan sementara, jiwa abadi. Kelemahan materialisme= tdk bisa melihat bhw pengalaman bersifat personal. Pandangan dualisme, khususnya paralelisme yg mengatakan badan jiwa dua hal yg terpisah, tdk terkait, sulit diterima. Perbuatan baik muncul dr niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.

BADAN MANUSIA

badan=kumpulan berbagai entitas material yg membentuk makluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Pandangan ini tdk memberikan pandangan utuh ttg manusia. Badan hrs dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel).

JIWA MANUSIA

Badan manusia tdk memiliki apa-apa tanpa jiwa. Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari jiwa. Dlm pandangan tradisional jiwa – makluk halus, tdk bs ditangkap indera. Konsep ini menempatkan jiwa di luar hakekat manusia. Ini ditolak. Jiwa harus dipahami sbg kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.

James P Pratt menunjuk ada empat kemampuan dasar jiwa manusia.

1. menghasilkan kualitas penginderaan.

2. Mampu menghasilkan makna yg berasal dr pengeinderaan khusus

3. mampu memberi tanggapan thdp hasil penginderaan.

4. memberi tanggapan pd proses yg terjadi dlm pikiran demi kebaikan.

Agustinus: manusia hanya bs melakukan penilaian thdp tindakannya krn dorongan dr jiwa. Jiwa mendorong manusia utk melakukan hukum-hukum moral yg diketahui. Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dlm diri seseorg. Kemampuan jiwa menunjukkan bhw kegiatan manusia bukan mekanistik.

 



PERTEMUAN 6



ETIKA DAN MORAL

ETIKA

ETIKA berasal dari bahasa Yunani yaitu “ETHOS” yang memiliki arti kebiasaan. Istilah Moral dan Etika sering diperlakukan sebagai dua istilah yang sinonim. Hal-hal yang perlu diperhatikan adanya suatu nuansa dalam konsep dan pengertian moral dan etika; Moral/Moralitas biasanya dikaitkan dengan system nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia. Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok

TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA

Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu dan Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.

BERDASARKAN KAJIAN ILMU

1. Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.

2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.

3. Etika Deskriptif; Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis.

ETIKA UMUM

berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.

ETIKA KHUSUS,

merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus

etika khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :

• Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.

• Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

ETIKA PROFESI

Etika Profesi adalah : Etika sosial yg menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut

Ciri-ciri etika profesi :

• Adanya pengetahuan khusus, Biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

• Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

• Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

• Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untukmenjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

• Menjadi anggota dari suatu profesi.



PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :

1. Tanggung jawab

• Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.

• Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

2. Keadilan.

Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

3. Otonomi.

Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.

MORAL

Moral adalah Norma (biasanya dirumuskan dalam bentuk perintah dan larangan ) untuk menata sikap bathin dan perilaku lahiriah.

Moral dibagi menjadi dua:

1. Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan. Mis: moral pancasila

2. Moral teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas intansi agama